Bagi teman-teman panitia inisiasi FISIP UAJY dan mahasiswa baru FISIP UAJY angkatan 2009 yang mempunyai unek-unek, cerita lucu-duka-lara selama inisiasi 11-12 Agustus lalu, bisa mengirimkan karya tulisnya ke alamat redaksi Selasar Online di xaveriuszoned@yahoo.com atau hendiva87@yahoo.com

Karya yang dikirim akan diseleksi terlebih dahulu, sebelum dimuat.

ttd
Tim Jurnal
News Ticker News Slideshow fotonya sudah di-upload! Tapi belum semuanya. Harap sabar ya! Divisi Dokumentasi masih berusaha merampungkan semuanya. Trailer filmnya ditunggu saja ya!

Profil Panitia: Brigitta Agni


ditulis oleh Kade Galuh

Kesan pertama… Pendiam! Wah cewek satu ini susah banget ngomong duluan. Mesti harus ditanya duluan, baru deh mau ngomong. Dalam kepanitiaan inisiasi, cewek asal Pekalongan ini tergabung sebagai anggota divisi P3K. Semoga saja sifat pendiamnya bisa dikurangi saat menghadapi mahasiswa baru (maba). Bisa repot nanti kalau malah diem-dieman menghadapi maba atau panitia yang sakit.

Brigitta Agni Wibowo. Dilahirkan di Purworejo, 3 September 1990. Ia menjadi mahasiswa FISIP UAJY jurusan komunikasi angkatan 2008. Tidak tanggung-tanggung ia memilih konsentrasi studi Kajian Media. Awalnya, ia tertarik dengan konsentrasi Jurnalisme. Apalagi, ia bercita-cita ingin menjadi seorang produser. Tetapi, semakin hari, cewek penyuka masakan Chinese ini malah kehilangan mood untuk menekuni dunia jurnalistik. Ia merasa bahwa bakatnya lebih pada kemampuan analisis. Oleh karena itu, kini ia memilih untuk menekuni konsentrasi Kajian Media.

Meskipun lahir di Purworejo, Brigitta tinggal di Pekalongan bersama keluarga. Namun ia mengontrak sebuah rumah di daerah Umbulharjo semenjak kuliah di Yogyakarta. Cewek berambut cokelat sebahu ini berambisi untuk selalu memaksimalkan potensi yang ada.

Tidak ketinggalan visi misi hidup yang dimiliki adalah menyeimbangkan prestasi, kehidupan religius, serta kehidupan sosial. Wah, emang dalem banget pemikiran cewek yang hobi dengerin musik easy listening ini. Jarang loh ada panitia yang punya visi misi dalam hidupnya.

Saat ini, Brigitta tengah disibukkan oleh beberapa aktivitas antara lain menjadi lector di Gereja Santa Maria Asumpta, editor di UKM Mrican Pos, dan kader di PMKRI. Cewek penyuka jus alpukat ini ternyata paling benci dengan segala sesuatu berbau kematian. Usut punya usut, Brigitta sering sekali menghadapi kematian orang-orang terdekatnya. “Yang paling membuatku sedih saat eyangku meninggal. Saat itu aku masih SMP. Aku merasa Tuhan gak adil dan aku terus gak ngerti kenapa mesti secepat itu eyangku…”ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Kematian pasti akan dialami oleh semua orang. Namun, perasaan sebagai orang yang ditinggalkan ternyata menjadi trauma tersendiri bagi Brigitta.

Soal tokoh idola, ia sangat menggemari J. Kristiadi. “Aku sangat terinspirasi oleh beliau. Beliau adalah seorang non-muslim, namun berani melakukan terobosan pada dunia politik,”ungkapnya. Ketika ditanya lebih jauh tentang Kristiadi, Brigitta terlihat begitu memahami pemikiran-pemikiran politik Kristiadi. “Yah... Kristiadi memang dibesarkan dari Golkar. Tetapi, menurutku, ia tidak terlalu concern dengan ekonomi kerakyatan. Ia lebih banyak mengkritisi pemerintah dibandingkan mengurusi kemiskinan atau masalah-masalah ekonomi lainnya,”ujarnya.

Beralih ke masalah inisiasi, Brigitta agak menyayangkan konsep inisiasi enam hari tidak dapat disetujui Dekanat. “Sayang banget, padahal inisiasi enam hari tuh bakal lebih kena konsep acaranya dibandingkan inisiasi cuma tiga hari. Kalau inisiasi tiga hari tuh yang ada malah capek dan acara terlalu padat,”ujarnya. Selain itu, Brigitta juga menyayangkan konsep debat dan diskusi yang harus dihapuskan karena durasi acara tidak mencukupi.

0 komentar:


View My Stats