Bagi teman-teman panitia inisiasi FISIP UAJY dan mahasiswa baru FISIP UAJY angkatan 2009 yang mempunyai unek-unek, cerita lucu-duka-lara selama inisiasi 11-12 Agustus lalu, bisa mengirimkan karya tulisnya ke alamat redaksi Selasar Online di xaveriuszoned@yahoo.com atau hendiva87@yahoo.com

Karya yang dikirim akan diseleksi terlebih dahulu, sebelum dimuat.

ttd
Tim Jurnal
News Ticker News Slideshow fotonya sudah di-upload! Tapi belum semuanya. Harap sabar ya! Divisi Dokumentasi masih berusaha merampungkan semuanya. Trailer filmnya ditunggu saja ya!
Tampilkan postingan dengan label Profil Panitia 2009. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Panitia 2009. Tampilkan semua postingan

Profil Panitia: Sesilia Pramudita


ditulis oleh Kade Galuh

Kata orang sih... perawat adalah sosok dewa/dewi penolong bagi orang-orang yang sakit. Naaahh... kalo di inisiasi, sosok tersebut hadir dalam divisi P3K. Sesilia Pramudita. Biasa dipanggil Dita. Cewek berambut panjang, keriting, dan berkacamata ini lahir di Jakarta pada 21 Juli 1990. Bagi teman-teman yang baru pertama kali melihat Dita, pasti kesan pertama yang muncul adalah seorang cewek yang manis, lugu, dan apa adanya. Yup! Memang begitulah dia! Dita memang orang yang sangat apa adanya, ramah, simpel, intinya gak neko-nekolah...!

Penggemar berat Harry Potter, nasi goreng, jus alpukat dan air putih ini memegang prinsip untuk selalu menjadi diri sendiri. “Just be your self. Apa adanya dan gak perlu ngikut-ngikut cara orang.”

Dia mahasiswi FISIP UAJY angkatan 2008 jurusan Advertising. Dirinya bercita-cita menjadi account executive. Mengapa? Dita memang lebih tertarik pada bidang pemasaran ketimbang pembuatan iklan yang memerlukan ide-ide kreatif.

Dita yang sudah tidak sendiri lagi alias in a relationship, mengaku hobinya jalan-jalan dan nonton film. Cameron Diaz dan Nicholas Saputra adalah para pemain film favoritnya. Di sisi lain, SBY adalah figur politikus favoritnya. “Dibanding pesaing-pesaingnya dalam pilpres, SBY tuh paling tidak egois dan mengutamakan kebersamaan saat menyampaikan prestasi-prestasi kerjanya. Gak kaya JK, SBY tuh gak show off.”

Anak pertama dari pasangan Fransiskus Asisi Suprapto dan Maria Hendrika Sriwahyuni, saat ini tengah sibuk dalam organisasi Mudika (Muda-Mudi Katolik). Perumahan Puri Satya Blok I No. 61 menjadi tempat tinggal bersama orang tuanya di Salatiga. Terpisah dengan orang tuanya, Dika nge-kost di Kompleks Dirgantara I No. 5 Yogyakarta.

Dita pengen banget punya piaraan anjing, tapi apa daya, ketimbang repot dan gak bisa nge-rawat, akhirnya Dita memelihara ikan dan kura-kura di rumahnya.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Sebastian Dimas



ditulis oleh Lucia Indranila

”Pengalaman yang menyenangkan buatku adalah saat aku membuat orang tuaku menangis, tapi menangis karena terharu”

Cowok kelahiran Jayapura, 19 Juli 1989 ini bercita-cita jadi seorang pemain tenis. Cowok yang hobi maen piano, biola dan futsal ini, paling benci kalau dikira sebagai cewek.

Mahasiswa angkatan 2007 konsentrasi studi jurnal ini, mengaku ”tersesat” di konsentrasi studi jurnal karena ikut-ikutan sama temen-temennya. Dan Bu Lucinda merupakan dosen favoritnya. ”Aku mengidolakan Bu Lucinda soalnya di mata kuliah Pengantar Ilmu Politik aku dapet nilai A sama beliau”.

Anggota Mustika Maya (MM) yang bergabung sejak tahun lalu ini, saat ditanya tentang visi misi hidupnya, menjawab dengan singkat, ”masuk surga”. Anggota divisi perlengkapan yang punya nama lengkap Sebastian Dimas ini, mempunyai anggapan bahwa inisiasi yang ideal adalah inisiasi dimana maba dapat berbaur dengan panitia dan dapat mengenal universitas sehingga dapat menunjang kegiatan belajar mengajar di FISIP.

Selain yang udah disebutin di atas, pecinta anjing ini memiliki gambaran bahwa inisiasi merupakan tempat dimana kita mengenal teman, TU, dosen dan universitas. ”Bunuhlah temanmu sebelum mereka membunuhmu” merupakan moto dari cowok berzodiak Cancer ini.

Pengalaman yang menyedihkan bagi cowok asli Yogyakarta ini adalah saat dia membuat orang tuanya menangis.

Awalnya, penyuka warna ungu ini merasa aneh dan agak nggak nyaman ketika baru masuk kuliah karena merasa tidak mengenal siapa-siapa. Tapi setelah mendapat banyak teman terutama dari SMA lain, alumni SMA Babarsari ini merasa tidak menyesal meskipun awal memutuskan masuk ke FISIP UAJY adalah karena ikut-ikutan sama temen-temen SMA-nya. ” Padahal aku cuma ikut-ikutan temen-temenku, ternyata malah temen-temenku nggak diterima dan cuma aku sendiri yang lolos seleksi masuk,” ungkap pengidola Norah Jones ini.

Cowok yang akrab disapa Dimdim sejak SMA ini, melihat bahwa hal yang menarik dari FISIP yang bisa membuat maba tertarik untuk masuk FISIP adalah akreditasinya. Penyuka semua minuman yang manis-manis dan es krim ini berharap agar inisiasi tahun ini dapat berjalan sesuai rencana dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Paskalia Pramita


ditulis oleh Kade Galuh

“Cita-citaku banyak, dulu mau jadi peragawati, pramugari juga, tapi gagal gara-gara tingginya minim banget…” begitulah ratapan cewek yang akhirnya menjadi mahasiswa FISIP UAJY angkatan 2008.

Paskalia Pramita Nareswari, lebih akrab dipanggil Mita, kini ia agak terpaksa menjalani kuliah di jurusan Ilmu Komunikasi ini. Usut punya usut, setelah mengetahui tinggi badannya yang sudah tidak bisa diajak kompromi, Mita beralih cita-cita ingin menjadi dokter hewan.

Tetapi apa mau dikata, bagaikan pungguk merindukan bulan, profesi tersebut gagal diraihnya karena nilai Kimia dan Biologi yang tidak sesuai harapan. “Yah, jadi kalau sekarang ditanya cita-cita… nyusul aja deh!”ungkapnya. Kegagalan menjadi hal lumrah dialami oleh setiap orang. Kegagalan yang juga dialami oleh Mita membuatnya yakin untuk tidak menyerah dalam keadaan apapun. ”Aku pasti bisa!”

Cewek asal Tangerang, lahir pada 23 April 1990. Mita dibesarkan dengan disiplin namun tidak otoriter. Hal ini karena bapaknya yang berprofesi sebagai tentara dan sang ibu yang notabene seorang guru. Tidak heran jika Mita tumbuh menjadi sosok yang tegas namun dengan pembawaan kalem. Pokoknya jangan coba-coba terlambat kalau sudah buat janji ketemu dengannya. Cewek berambut keriting ini paling tidak suka dengan orang yang membuatnya menunggu.

Meskipun dari luar tampak galak, tapi Mita aslinya ramah banget kok! Cewek penyuka mi goreng seafood (terutama yang ada di Jl. Babarsari), saat ini tinggal di sebuah kamar kos di daerah Tambak Bayan. Ternyata, ia tidak tinggal sendiri di sana. Ia selalu ditemani oleh sahabat setia yang tidak mau pergi walau sudah diusir, bahkan dengan cara kekerasan sekalipun. Mereka adalah kecoa, cicak, dan semut! Wow, kasian banget yah mesti sekamar dengan musuh bebuyutannya, cicak. Mahasiswi konsentrasi studi Komunikasi Pemasaran dan Periklanan ini ternyata paling takut dengan cicak. Padahal cicak nggak gigit loh! Tapi ternyata penyuka air putih ini amat benci dengan hewan merayap tersebut.

Mita saat ini menyibukkan diri dengan mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Gereja Asumpta. Selain itu, Mita juga aktif menjadi pengurus harian Unit Kegiata Mahasiswa Mustika Maya. Terakhir, ia bergabung dalam kepanitiaan inisiasi tahun 2009. Dalam inisiasi, Mita menjadi anggota divisi Pendamping Kelompok mahasiswa baru.

Ia berharap inisiasi nanti, walaupun serba minimal dari waktu dan keuangan, semoga tetap berjalan dengan lancar.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Brigitta Agni


ditulis oleh Kade Galuh

Kesan pertama… Pendiam! Wah cewek satu ini susah banget ngomong duluan. Mesti harus ditanya duluan, baru deh mau ngomong. Dalam kepanitiaan inisiasi, cewek asal Pekalongan ini tergabung sebagai anggota divisi P3K. Semoga saja sifat pendiamnya bisa dikurangi saat menghadapi mahasiswa baru (maba). Bisa repot nanti kalau malah diem-dieman menghadapi maba atau panitia yang sakit.

Brigitta Agni Wibowo. Dilahirkan di Purworejo, 3 September 1990. Ia menjadi mahasiswa FISIP UAJY jurusan komunikasi angkatan 2008. Tidak tanggung-tanggung ia memilih konsentrasi studi Kajian Media. Awalnya, ia tertarik dengan konsentrasi Jurnalisme. Apalagi, ia bercita-cita ingin menjadi seorang produser. Tetapi, semakin hari, cewek penyuka masakan Chinese ini malah kehilangan mood untuk menekuni dunia jurnalistik. Ia merasa bahwa bakatnya lebih pada kemampuan analisis. Oleh karena itu, kini ia memilih untuk menekuni konsentrasi Kajian Media.

Meskipun lahir di Purworejo, Brigitta tinggal di Pekalongan bersama keluarga. Namun ia mengontrak sebuah rumah di daerah Umbulharjo semenjak kuliah di Yogyakarta. Cewek berambut cokelat sebahu ini berambisi untuk selalu memaksimalkan potensi yang ada.

Tidak ketinggalan visi misi hidup yang dimiliki adalah menyeimbangkan prestasi, kehidupan religius, serta kehidupan sosial. Wah, emang dalem banget pemikiran cewek yang hobi dengerin musik easy listening ini. Jarang loh ada panitia yang punya visi misi dalam hidupnya.

Saat ini, Brigitta tengah disibukkan oleh beberapa aktivitas antara lain menjadi lector di Gereja Santa Maria Asumpta, editor di UKM Mrican Pos, dan kader di PMKRI. Cewek penyuka jus alpukat ini ternyata paling benci dengan segala sesuatu berbau kematian. Usut punya usut, Brigitta sering sekali menghadapi kematian orang-orang terdekatnya. “Yang paling membuatku sedih saat eyangku meninggal. Saat itu aku masih SMP. Aku merasa Tuhan gak adil dan aku terus gak ngerti kenapa mesti secepat itu eyangku…”ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Kematian pasti akan dialami oleh semua orang. Namun, perasaan sebagai orang yang ditinggalkan ternyata menjadi trauma tersendiri bagi Brigitta.

Soal tokoh idola, ia sangat menggemari J. Kristiadi. “Aku sangat terinspirasi oleh beliau. Beliau adalah seorang non-muslim, namun berani melakukan terobosan pada dunia politik,”ungkapnya. Ketika ditanya lebih jauh tentang Kristiadi, Brigitta terlihat begitu memahami pemikiran-pemikiran politik Kristiadi. “Yah... Kristiadi memang dibesarkan dari Golkar. Tetapi, menurutku, ia tidak terlalu concern dengan ekonomi kerakyatan. Ia lebih banyak mengkritisi pemerintah dibandingkan mengurusi kemiskinan atau masalah-masalah ekonomi lainnya,”ujarnya.

Beralih ke masalah inisiasi, Brigitta agak menyayangkan konsep inisiasi enam hari tidak dapat disetujui Dekanat. “Sayang banget, padahal inisiasi enam hari tuh bakal lebih kena konsep acaranya dibandingkan inisiasi cuma tiga hari. Kalau inisiasi tiga hari tuh yang ada malah capek dan acara terlalu padat,”ujarnya. Selain itu, Brigitta juga menyayangkan konsep debat dan diskusi yang harus dihapuskan karena durasi acara tidak mencukupi.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Calvin Damas Emil


Awal dia masuk FISIP UAJY tahun 2007 saya sama sekali tak menyangka kalau dirinya adalah seorang yang ceplas-ceplos. Jauh dari kesan awal saya yang mengira dia adalah seorang pendiam. Yap, pertama kali bertemu dengannya kira-kira 1,5 tahun lalu. Tepatnya di acara kumpul-kumpul di kafe Blandongan, Gowok, Yogyakarta.

ditulis oleh Hendy Adhitya


Nama lengkapnya Calvin Damas Emil. Ia mengakui dirinya merupakan peranakan Jawa-Batak. Meski lahir dengan darah “setengah” Batak, cowok yang akrab dipanggil dengan sebutan Toink ini sama sekali tak bisa berbahasa daerah Batak.

Belum lama ini saya beberapa kali “menangkap basah” dirinya sedang bersepeda sore hari di jalan Selokan Mataram menuju ke kawasan Seturan. Apa itu hobi barunya? “Kalo naek sepeda, kebetulan itu (sepeda) punya saudara atau pinjam dari teman, alasan olahraga aja, bukan hobi,” ujarnya.

Saat saya mencoba mengulik kehidupan masa SMA-nya, alumnus SMA Van Lith Muntilan, Jawa Tengah ini ternyata adalah anak band. Tidak main-main, bandnya pernah meraih gelar Juara 1 lomba band se-Muntilan. Ia dan bandnya berhasil menyingkirkan grup musik yang diikuti pelajar-pelajar SMA daerah Muntilan itu.

“Nama bandnya Sandal Jepit. Personilnya cuma empat. (Nama itu diambil karena) sandal jepit fleksibel (penggunaannya) banyak orang yang pakai juga,” kenang Toink yang kala itu pembetot bass di bandnya.

Kenapa tidak dilanjutkan? “Pernah kepikiran sih, Catur (Mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2007) itu yang ajak nge-band lagi. pernah nge-band tapi udah bukan personel kemaren,” katanya. Saat bermain dengan personil baru, ia merasa ada hal yang kurang, tepatnya sesuatu yang ia tidak peroleh saat bersama teman-teman SMA-nya dahulu. “Aneh rasanya gak kayak yg udah-udah. Akhirnya ya udah, kita tunda (stop) dulu aja,” lanjutnya.

Kemudian ia memutuskan banting setir ke dunia fotografi. Pengidola fotografer Robert Capa ini mencintai dunia foto awalnya hanya kagum melihat karya-karya visual cetak dua dimensi itu. Tapi berkat ketekunannya, Toink pernah didaulat menjabat ketua Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi Jurnalistik Klub di FISIP UAJY.

Tak cuma itu, di kepanitiaan inisiasi kali ini, berkat hobinya yang suka potret memotret, dia berkiprah menjadi anggota divisi Dokumentasi. Untuk kepanitiaan yang sama, ia sudah dua kali nyemplung di sini. Di divisi yang serupa juga.

“Tahun lalu tuh bener aku pengin di foto, eh ternyata tahun lalu tuh teman-teman satu divisi (di bidang) fotografi semua, gak ada orang videonya. sebelumnya aku gak pernah megang video jadi 'berantakan' deh (hasil yang kemarin) hahaha.”

“Nah (kepanitiaan) sekarang pembagiannya lebih jelas. Tahun ini diharapkan (usaha saya) bisa maksimal. Jujur ini terakhir kali jadi panitia (inisiasi). Tahun ini mau bikin yang bener-bener 'Wah!'. Pokoknya bikin yang gak nyangka, Apa itu? Itu masih rahasia, hahaha,” tutup Toink.

Ok tunggu saja karya teman-teman Dokumentasi. Long Live Oposisi!

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Rio Irawan


ditulis oleh Lucia Indranila

“Visi misi hidupku adalah menjadi orang sukses melalui usaha keras, untuk membanggakan dan membahagiakan orang tua dan juga keluarga,”

“Mencintai pekerjaan adalah cara menikmati hidup,” menjadi moto dari Stevanus Rio Irawan Tanuwidjaya. Mahasiswa angkatan 2005 dari prodi Sosiologi ini, ternyata memiliki seabrek kegiatan disamping kepanitiaan Inisiasi tahun ini diantaranya kegiatan bisnis (multimedia, petshop, dan distributor), menjadi aktivis partai politik dan sedang memproduksi film dokumenter.

Cowok yang mengidolakan Jet Lee, Jackie Chan, Andy Lau, Nicholas Saputra dan Agnes Monica ini paling benci dengan yang namanya kemunafikan, kebohongan dan konflik. Koordinator keamanan yang mengaku udah punya someone special ini punya gambaran inisiasi ideal yaitu inisiasi yang berjalan sesuai dengan tema besar dan tujuan, tepat sasaran serta dibarengi dengan konsep acara yang dapat senantiasa mengejawantahkan tema besar dan tujuan serta senantiasa berkelanjutan.

Pecinta anjing, ikan koi dan kura-kura ini, mengaku bahwa alasannya mengikuti kepanitiaan inisiasi adalah karena ia ingin menjadi mahasiswa yang aktif di kampus, peduli pada pengembangan diri mahasiswa, serta hal itu sebagai wujud pengabdiannya kepada universitas dengan memberikan tenaga, pikiran dan waktu.

Anak pertama dari tiga bersaudara, pasangan AKP. Yohanes Arifin Hartanto, SH dan Dra. Lanny Herawati Tanuwidjaya ini awalnya menduga bahwa inisiasi kali ini berjalan dalam waktu tiga hari dan melanjutkan aneka tradisi yang telah dijalankan pada inisiasi sebelumnya.

Cowok yang juga aktif dalam organisasi HMPS Sosiologi (sebagai ketua periode 2007-2008), Indonesia Frame (lembaga karya dokumenter) sebagai project manager, dan sebagai kader barisan muda Partai Demokrat ini menjelaskan bahwa jobdesk divisi keamanan adalah sebagai pengaman, penertiban dan penegakan peraturan inisiasi FISIP 2009.

Cowok yang bercita-cita menjadi diplomat, konsultan dan pengusaha sukses ini menceritakan pengalaman berkesannya saat tergabung dalam kepanitiaan tahun lalu. “Suasana saat itu sangat kooperatif, SC memberi kebebasan pada panitia untuk menciptakan konsep acara secara kreatif, meskipun tetap berpedoman pada tema besar, panitia pun merasa sungguh diandalkan oleh SC. Panitia pun sangat kompak, nuansa kebersamaan sangat kental meskipun ga ada acara makrab. Dan kenangan yang paling membekas di hatiku di inisiasi 2008, aku nemuin seorang gadis yang entah kenapa begitu berarti untuk aku, bahkan sampai detik ini, dia masih sangat membekas di hatiku.”

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Leo Andrean


ditulis oleh Lucia Indranila

Pemilik nama lengkap Leo Andrean Priambada ini, lahir di Jakarta, 1 November 1988. Penyuka mi dan air putih ini, ngakunya punya sifat humoris dan selalu berusaha untuk ada buat temen-temennya.


Anggota UKM Mustika Maya ini mengaku bersedia membantu divisi P3K mulai dari briefing sampai dua hari pelaksanaan inisiasi adalah karena pengin kumpul sama temen-temen aja. Cowok yang punya moto “be yourself” ini bercerita kalau awalnya dia dihubungi oleh Pukon, koordinator Divisi P3K seminggu sebelum inisiasi untuk membantu perhelatan inisiasi dalam divisi tersebut, Soalnya divisi P3K kekurangan sumber daya. Kontan saja, mahasiswa yang ga terlalu suka sama matakuliah pengantar ilmu hukum ini langsung bersedia.

“Soalnya aku pengen ngerasain kumpul-kumpul sama temen-temen dalam kegiatan inisiasi ini,” ungkap cowok yang kelihatannya pendiam ini. Mahasiswa FISIP angkatan 2007, komunikasi konsentrasi jurnalisme ini punya prinsip untuk terus berusaha walaupun hidup susah dan penuh dengan liku-liku.

Pengalaman paling berkesan selama kuliah buat cowok yang punya hobi jalan-jalan ini adalah saat ngerjain tugas akhir pengantar Antropologi bareng-bareng temennya sampai pagi. Padahal tugas itu harus dikumpulkan jam 7 pagi saat itu juga. Cowok yang paling ga suka dibohongi dan senang dengan kesetiakawanan ini mengidolakan Bunga Hitam Band.

Anak pertama dari tiga bersaudara ini punya cita-cita bisa hidup enak. Penggemar matakuliah agama dan bahasa inggris ini berharap agar dalam inisiasi 2009 ini panitia dan maba bisa membaur, dan dapat membuat maba cepat beradaptasi dengan kampus.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Yudha Ardhi


ditulis oleh Xaverius Cornelissen S

Di detik-detik akhir Selasar Online kali ini, muncul salah seorang Kuli Tinta yang hobinya me-layout. Sebut saja salah seorang anak jurusan advertising angkatan 2007 ini merupakan orang yang mendesain grafis selasar cetak RT 05 FISIP. Bawaannya asyik, dan suka sekali tertawa. Mukanya lucu banget, sampai-sampai kalau ngeliat dia juga bisa ketawa sendiri.hihihihi

Siapakah dia?Yap dialah Yudha. Atau nama lengkapnya Dominicus Yudha Ardhi. Cowok kelahiran 7 Agustus 1989 ini merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Putra Yoseph ini merupakan mahasiswa Ilmu Komunikasi yang telah menginjak semester 5 di FISIP UAJY.

Cowok berbintang Leo ini ternyata menyukai semua jenis aliran musik atau lebih tepatnya dengerin musik tapi tergantung moodnya. Penyanyi favoritnya adalah Laruku. Makanan favoritnya ayam bakar, khususnya ayam buatan Jogja Chicken plus nasi goreng. Minumnya Pepsi dan es krim Chocolate.

Lajang satu ini paling suka dengan yang namanya menggambar. Yudha juga mengaku bahwa dia paling benci dengan yang namanya pengecut dan orang yang tidak menepati kata-katanya. Penggemar film Deathnote: L Change the World ini juga sangat suka dengan tokoh film itu Hyde. ”Coz dia bisa mainin semua instrumen alat musik sih,” tuturnya

Alumni SMA Kolose John Debritto ini punya visi dan misi hidup. Yaitu pengin menepati semua kata-kata dan berusaha menepati janji yang sudah diucapkannya. Pria yang hobi nonton film,nge-net, gambar, tidur sambil sms-an dan dolan sama temen-temen ini juga punya gambaran ideal mengenai inisiasi. ”Inisiasi itu ajang untuk memperkenalkan fakultas, jadi intinya inisiasi itu memperkenalkan hidup baru dalam artian kuliah itu sendiri,” kata pencinta rubah dan anjing ini.

Penyuka warna ijo royo-royo ini juga punya harapan untuk RT 05 FISIP, ”semoga inisiasi tahun ini lebih menarik, menarik untuk maba dan panitia, lebih hidup dan lebih punya arti untuk kita” lanjut eks murid SD Pandawa Harjo.

Sebelum mengakhiri wawancara, ia berujar, ”Tetep jaga kekompakan, kita berjuang sampai titik akhir,” tutup lulusan SMP 3 Sleman ini.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Hendy Adhitya


ditulis oleh Kade Galuh

“Aku belum siap lulus,” ungkapnya di sela-sela perbincangan. Wooww…! Alasan yang amat sangat tidak konvensional ini meluncur begitu saja dari bibir salah satu panitia inisiasi RT 05 FISIP. Kelulusan bagi mahasiswa “betah” sepertinya memang menjadi dilema di FISIP UAJY. Para petinggi seperti dekanat ataupun rektorat tentu menginginkan agar mahasiswa cepat hengkang dari kampus. Apalagi sudah ditetapkan bahwa masa studi mahasiswa antara empat hingga lima tahun. Alasan yang diberikan atas peraturan itu agar beban pengajaran dosen tidak terus bertambah dari tahun-tahun akibat angkatan lama yang tidak kunjung menghilang dari peredaran kampus.

Hendy Adhitya, mahasiswa FISIP UAJY angkatan 2005 jurusan Jurnalisme ini tergabung dalam kepanitiaan inisiasi divisi Jurnal. Dilihat dari penampilannya, Hendy ini sudah mencerminkan sosok wartawan tulen.

Ia memang doyan menggoreskan penanya dalam secarik kertas. Ia bahkan bercita-cita menjadi penulis. “Penulis apa saja, tidak sebatas menjadi wartawan,”ungkapnya.

Menjadi angkatan tertua dalam kepanitiaan inisiasi kali ini, tidak membuatnya malu untuk berkarya. Justru, Hendy semakin dipenuhi ide-ide gila yang ingin diwujudkannya sebagai panitia dalam inisiasi yang kali ketiga untuknya. Salah satu karya luar biasa yang baru bisa terwujud dalam inisiasi adalah Selasar Online.

Mahasiswa kelahiran Jakarta, 12 Agustus 1987 ini memiliki moto “Remajakan dan Bebaskan Pemikiranmu”. Setiap hari, kita akan bertemu dengan sesuatu yang terkadang menghambat pemikiran kita. Berbagai idealisme yang sudah dianut oleh seseorang, sering membuat beberapa orang sulit menerima pemikiran-pemikiran yang baru. Oleh karena itu meremajakan pemikiran sekaligus membebaskan dari berbagai kekangan perlu dilakukan oleh siapa saja. Wah, pokoknya berbincang dengan Hendy perlu perhatian ekstra untuk mencerna kata-kata yang ia lontarkan.

Hendy juga sempat dijuluki ‘Komunis’ oleh sohib-sohibnya, karena ia memang pernah tergila-gila dengan karya Karl Marx. Pun, ia memang mengakui dirinya komunis secara terang-terangan.

Penyuka lagu-lagu The Beatles ini sangat mengidolakan penulis esai sekaligus redaktur senior Tempo, Gunawan Muhamad. Ia sendiri malah sempat bertemu tokoh idolanya tersebut dalam sebuah pameran lukisan di Magelang. Saking groginya, ia sempat berkali-kali bertanya pada teman-temannya saat itu sekedar memastikan bahwa orang yang dilihatnya adalah Gunawan. Dengan langkah grogi, Hendy berani mendekati sang idola serta bersalaman sembari memperkenalkan dirinya pada Gunawan. Selain esai milik Gunawan, Hendy juga sangat mengidolakan karya-karya Pramoedya.

Meski menyukai buku-buku dan pemikiran kiri, ternyata soal pilihan musik, Hendy justru kontras sekali. Buktinya dia pernah menjadi rapper dadakan saat dirinya di-inisiasi tahun 2005 lalu. “Waktu itu nampilin yel-yel, aku maju ke depan dan nge-rap pake lagu Saykoji ‘So What Gitoo Loh’,”ungkapnya.

Berbicara mengenai inisiasi kali ini, ia berharap agar di event ini panitia sering melakukan kesalahan untuk tahu yang benar. Menurutnya, lewat kesalahan itulah kita akan belajar. “Kalau kamu ingin membangun image-mu, hancurkan dulu image-mu!” ujarnya.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Maria Amanda


ditulis oleh Kade Galuh

Terdapat berbagai alasan mengapa seseorang tertarik masuk jurusan Ilmu Komunikasi di FISIP UAJY. Ada yang merasa dirinya super cerewet sehingga komunikasi mungkin menjadi jurusan yang tepat baginya, ada juga yang sudah terbiasa ngomong di depan umum, sudah sering menjadi master of ceremony di berbagai event, atau ingin menjadi seorang penyiar baik radio maupun televisi. Naah… alasan terakhir tersebut tampaknya mirip dengan alasan seorang panitia Inisiasi RT 05 FISIP sehingga ia masuk jurusan komunikasi FISIP UAJY.

Maria Amanda Geraldine Nindita lahir di Kupang, 8 Desember 1988. Ia memilih masuk ke FISIP UAJY karena tertarik dengan dunia broadcasting. Dunia broadcasting yang ia maksudkan adalah segala jurnalistik penyiaran, baik radio maupun televisi. Setelah browsing di internet, ternyata FISIP jurusan Ilmu Komunikasi yang paling baik di UAJY. Meskipun begitu, cewek yang akrab dipanggil Ditong ini mengaku tidak puas dengan komunikasi UAJY. “Di sini kan konsentrasi studinya hanya ada empat. Bagi orang-orang yang ingin menekuni broadcast harus masuk ke jurnalisme. Padahal, jurnalisme lebih menekankan pada keahlian tulis-menulis ketimbang siarannya,” ujarnya penuh semangat.

Mahasiswi ilmu Komunikasi angkatan 2008 jurusan Jurnalisme ini bercita-cita ingin KKL sekaligus diterima kerja di Trans TV ini sangat fokus memupuk keahliannya dalam bidang penyiaran. Saat ini ia aktif di UKM Atma Jaya Radio (AJR) dan Atmajaya Broadcasting Network (ABN). Ia bahkan menempati posisi sebagai music director di AJR. Kecintaannya terhadap dunia penyiaran ternyata sama besarnya dengan kecintaannya terhadap musik-musik band J-Rocks. “J-Rocks tuh beda aja dari band-band yang lain. Bukan berarti aku suka musik Japanese, tapi lagu-lagu mereka enak aja. Kalau sekarang kan tipe-tipe musik tiap band hampir sama, melayu-melayu gitu, kalo J-Rocks beda,”jelasnya. Selain menyukai musik-musik J-Rocks, ia juga menyukai musik-musik mellow dan juga emo. Yah, cocoklah dengan karakter Ditong, dari luar terlihat nyeremin, tapi dalemnya lembut boo…! Sama kayak musik emo, nge-beat, tapi kalo dihayati syairnya, bisa mellow banget.

Cewek penyuka warna ungu ini pernah sakit-sakitan karena minuman favoritnya, soft drink. “Dulu waktu SMP, aku sempet sakit-sakitan gara-gara kebanyakan minum soft drink dan makan supermie. Pernah gejala tifus, dan maagku divonis udah parah gitulah sama dokter,” jelasnya. Semenjak itulah, kini Ditong mulai mengurangi konsumsi soft drink.

Keikutsertaannya dalam panitia inisiasi RT 05 FISIP kali ini karena ia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya saat masih kuliah ini. “Tahun depan kan aku udah KKL, jadi mending aku ikut sekarang, karena kalau udah kerja kan gak bisa kayak gini lagi,” jelasnya. Memang sih, kehidupan kuliah yang terbilang cukup singkat- bagi mahasiswa yang ingin menyelesaikan tepat waktu- harus mampu memanfaatkan momen. Harus disadari bahwa dunia kerja akan jauh berbeda dengan masa-masa kuliah. Tidak heran bila banyak mahasiswa aktif mengikuti kegiatan di kampus sebelum masuk ke dunia kerja sesungguhnya. Ditong tergabung dalam divisi Usaha Dana pada inisiasi RT 05 FISIP.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Sherley Esperansa


ditulis oleh Stefanus Anugrah

“Sherley itu nama dari Papa karena dia suka nama itu, Esperansa itu artinya harapan karena orangtuaku udah nikah lama tapi belum dapat anak, Corbafo itu marganya ibuku, Lilies itu namanya nenekku, Siki itu marganya bapakku.”


Yap betul sekali, cewek kelahiran Oe-cuse, Timor Leste, 22 September 1989 ini memang memiliki nama yang cukup panjang, Sherley Esperansa Corbafo Lilies Siki. Walaupun panjang tapi teman-teman cukup menyapanya dengan nama Espe atau Esperansa.

Espe memang gemar mengikuti kegiatan kampus. “Sekarang aku lagi sibuk di Teras Pers, ABN dan panitia inisiasi,” ceritanya. Ia masuk sebagai panitia inisiasi karena ingin mengetahui kegiatan dan ingin mengetahui cara kerja organisasi yang ada di BEM.

Saat ini Ia berada di FISIP jurusan ilmu Komunikasi dan mengambil konsentrasi studi mayor Jurnalistik. Menurutnya, Ia sangat menyukai hal yang berhubungan dengan berita, dan lebih menantang untuk diikuti.

Beralih ke inisiasi, dalam pandangannya sewaktu mendaftar sebagai panitia inisiasi 2009, inisiasi adalah suatu saat dimana keluarga FISIP bersatu, dari berbagai jurusan, program studi, dan lainnya untuk membangun FISIP itu sendiri, khususnya untuk maba sendiri dimana inisiasi merupakan ajang perkenalan dengan komunitas, warga dan dunia yang akan dimasukinya kelak.

Di kepanitiaan ini, Espe berada di divisi Pendamping Kelompok (Dampok). “sampai sekarang inisiasi tuh hanya rapat melulu, bosen juga gitu, karena aku orang lapangan jadi sesuatunya ingin talk less do more, sedikit berbicara kerjanya yang banyak, jadi pengen cepet-cepet turun ke lapangan gitu,” tukasnya.

Banyak wacana yang keluar tentang inisiasi, mulai dari wajah inisiasi sendiri hingga sebuah “produk” dari representasi inisiasi itu. Namun dalam pandangan Espe, semua inisiasi yang berjalan di FISIP itu baik, namun kesadaran dari warga kampus untuk saling memiliki dan saling guyub juga masih jauh dari cukup.

Setelah makrab yang diadakan oleh panitia inisiasi 2009 kemarin, Espe mengaku lumayan senang dan lebih dekat dengan panitia yang lainnya. Banyak hal yang didapat dari makrab kemarin, salah satunya kebersamaan, keakrabannya, lebih mengenal situasi dari kepanitiaan itu sendiri berbeda dengan sebelum makrab berjalan, yang masih banyak kekurangan.

“Setiap kegiatan pasti ada plus dan minusnya, namun kita harus dapat menekan plus dan minus tersebut, dan semoga kegiatan inisasi ini dapat berjalan dengan lancar,” katanya sembari melambaikan tangan tanda mengakhiri perbincangan ini.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Citra Ivana


ditulis oleh Xaverius Cornelissen S

Gadis cantik ini merupakan anggota salah satu divisi yang bertugas mengurusi segala kebutuhan mengenai obat-obatan dan juga bertugas mengurusi maba RT 05 FISIP yang sakit. Divisi P3k merupakan salah satu divisi yang dibela oleh eks murid SMA Stella Duce I ini.

Adakah yang tahu siapa gadis ini? Yap, dialah Citra Ivana, atau biasa dipanggil Citra. Cewek yang satu ini merupakan, mahasiswi jurusan ilmu Komunikasi angkatan 2008 yang sekarang tengah mengambil studi Advertising. Gadis kelahiran Lampung tanggal 26 Juni 1990 ini punya moto hidup Life Is Go On. Penyuka warna hijau ini menyukai semua aliran jenis musik. Dirinya paling gak suka dengan musik keroncong. Penyanyi Favoritnya sendiri adalah Jason Mraz yang lagunya I am Yours itu lho.

Makanan favoritnya adalah segala kudapan yang pedes-pedes. Cukup dengan susu coklat citra udah seneng banget. Status In Relationship With masih disandang dara berbintang Cancer ini.

Citra mengaku paling benci dengan yang namanya dibohongin, jadi jangan coba-coba dah mendustainya. Dan dia paling suka dengan yang namanya motret dan difoto. Ada yang mau coba? Anak pertama dari dua bersaudara ini punya film favoritnya Yes man dan I am Sam.

Pembaca setia Sidney Sheldon, ini punya gambaran ideal inisiasi ”inisiasi lebih fun dan bisa membawa maba gak bosen, bisa enjoy gitu deh,” tutur alumnus SMP Fransiskus Bandar Lampung. By the way dia juga punya visi-misi hidup untuk sukses dan membahagiakan orang tua.

Cewek yang hobinya jalan-jalan dan membaca ini, juga punya harapan untuk inisiasi RT 05 FISIP. ”Harapanku sih cuma, walaupun inisiasi udah selesai, kita bisa tetap jaga kekompakan dan juga bisa saling kenal lebih deket,” tutur penggemar Christine Hakim ini.

Pesennya untuk panitia 2009 ini, ”tambah kompak aja, jangan lupa saling menyapa dan juga lebih solid lagi yup,” tutupnya.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Lucia Indranila


ditulis oleh Paulina Damayanti

“Kalau cuma di rumah dan gak ada kegiatan, aku tuh kayak gak hidup. Banyak aktifitas dan menemukan hal-hal baru adalah kesukaanku,” ungkap cewek hitam manis berambut panjang ini.

Siapakah Miss Busy ini? Dia adalah Lucia Indranila Dian Kristiani, yang bisa dipanggil Lusi. Cewek kelahiran Yogyakarta, 16 April 1989 ini merupakan anak tunggal di keluarganya.”Tapi walaupun anak tunggal, aku gak manja loh.”

Salah satu panitia inisiasi 2009 divisi Jurnal ini ternyata sangat piawai bermain biola dan juga jago membaca puisi. Juara pertama selalu menjadi langganannya saat mengikuti berbagai kompetisi membaca puisi ataupun musikalisasi puisi.” Kira-kira sudah tujuh kali juaralah.” Cewek penyuka hal-hal berbau sastra ini sudah mulai suka membaca puisi sejak dia masih duduk di bangku sekolah dasar.

“Kalau biola, aku baru benar-benar serius mempelajarinya waktu SMP kelas 2.” Walau Lusi mengaku telat mempelajari biola, kini dirinya telah mampu menguasai alat musik gesek itu dengan baik.” Tidak ada kata terlambat untuk belajar, asal ada kemauan, semua pasti dapat dikuasai.”

Cewek pengidola Lukman Sardi dan Orlando Bloom ini mengaku cukup senang menonton film, namun karena jadwal kegiatannya yang selalu padat membuat dia tidak selalu meng-update film lagi. “Aku jarang banget nonton, film terakhir yang aku tonton adalah Ice Age 3. Ice Age tuh film favoritku sejak dulu.”

Selain nonton, hal yang sangat disukainya adalah mendengarkan musik. Klasik dan Pop adalah jenis musik favoritnya. Sedangkan Bond dan Vanessa Mae adalah grup band dan violis favoritnya.

Cewek yang takut tokek ini adalah mahasiswa komunikasi angkatan 2007, yang mengambil konsentrasi studi Jurnalistik. ”Sebenarnya alasanku masuk FISIP UAJY adalah kerena aku gak ketrima di Psikologi UGM.”Kata alumni SMA Steladuce 2 ini.

Dalam menjalani hidup dan mengejar semua mimpi-mimpinya, Lusi mempunyai suatu kata yang selalu memotivasi hidupnya, yaitu, ”jangan takut gagal dalam melakukan sesuatu, karena kegagalan hanyalah kesuksesan yang tertunda.”

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Xaverius Cornelisen


ditulis oleh Paulina Damayanti

Mungkinkah hal di dunia ini yang kita benci dan sama sekali tidak kita pahami berubah menjadi hal yang sangat kita cintai dan bahkan dapat memberi penghidupan bagi kita? Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Begitu juga pengalaman yang dialami oleh pengidola Megan Fox ini, Xaverius Cornelisen Satrio, atau yang biasa disapa Xave.

Cowok kelahiran Yogyakarta, 18 November 1988 ini lahir dengan bakat menulis yang diwariskan oleh ayahnya, Stephanus Geroda. Tak heran jika dari kecil, penyuka musik Jazz dan RnB ini sudah mulai menyukai dunia tulis menulis. ”Awalnya cuma dari menulis buku harian, tepatnya dari kelas 3 SD. Kemudian dari situ aku semakin suka menulis dan menghasilkan beberapa karya, yaitu cerpen, opini dan kadang juga puisi,” Ungkap cowok yang mengaku sudah mengumpulkan sedikitnya 25 buku harian sejak dia kelas 3 SD.

Selain menulis, Xave yang menjabat sebagai koordinator divisi Jurnal juga mempunyai hobi memotret. Berpuluh-puluh foto karyanya kini telah memenuhi folder di laptop kesayangannya. Saat ini, dia mengaku juga bekerja sebagai fotografer freelance di Solo dan mengajar Choreography di SMP Immaculata.

Dunia tulis menulis dan fotografi memang sudah menjadi favoritnya sejak kecil, namun dia tidak menyangka jika hal yang selama ini dibenci dan sama sekali tidak dikuasainya, kini justru sangat dicintai dan bahkan memberi kehidupan baginya. Yaitu dunia dance dan cheers.

“Awalnya, aku cuma ’diculik’ temenku dan diajak gabung di kelompok dance dia yang sering latihan di Societet (Taman Budaya).” Namun, saat pertama kali mengikuti latihan, Xave mengaku hanya dapat terkagum dan tak bisa berbuat apa-apa. Sampai akhirnya Xave tak diterima menjadi anggota dance tersebut. Justru di sinilah awal mulanya, karena merasa mulai tertarik di dunia dance, dia tidak ingin menyerah begitu saja.

Latihan demi latihan yang dilaluinya membuahkan hasil, kini cowok penyuka perkedel buatan ibunya ini sudah sangat mahir nge-dance dan tergabung dalam Flash All Dance. Bersama Flash All Dance, penyuka warna hitam dan hijau ini mulai menjuarai berbagai kompetisi baik di tingkat daerah maupun nasional. Kejuaraan terakhir yang diraihnya adalah dia dan 250 teman lainnya, yang terrgabung dalam Dream All Stars berhasil memecahkan rekor MURI sebagai piramid tertinggi dan tercepat, yang bertempat di PRJ Jakarta pada bulan Januari lalu.

Tanggapannya atas prestasi-prestasi yang telah di raihnya, pengidola Obama ini menjawab, ”buat aku, 99% itu adalah kerja keras, dan 1% bakat. Jadi kalau sebelumnya kita tidak punya bakat dalam suatu hal yang kita sukai, tapi kita mempunyai kemauan keras untuk bisa, maka kita pun akan menjadi juara atau apapun yang kita mau. Kuncinya jangan pernah menyerah sebelum berperang.”

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Natalia Eka




Menjelang detik-detik terakhir menuju inisiasi ini serta waktu penghabisan dimuatnya profil panitia, kali ini kita akan berkenalan dengan salah satu panitia yang menjabat divisi yang vital. Divisi yang mengatur menu serta pola makan panitia selama inisiasi.

Yap, tak lain tak bukan adalah divisi Konsumsi. Kali ini kita akan berkenalan dengan teman kita yang bernama Natal. Sesuai namanya, si pemilik nama lengkap Natalia Eka Jiwanggi ini lahir tak jauh dari hari Natal. Tepatnya, Natal lahir tanggal 23 Desember 1990 di Yogyakarta.

Natal sendiri tak terlalu bermasalah dengan semua aliran musik yang menurutnya enak didengar. Pemuja spaghetti, takoyaki, dan air putih ini juga ternyata sangat menggemari kisah tetralogi Laskar Pelangi serta karya-karya Road Dahl, seorang pengarang fiksi anak ternama. Mengingat tubuhnya yang agak gendut, ternyata Natal hobi tidur, baca buku, sms-an, nonton film, nge-net, dan download data.

Penyuka warna kuning ini mengambil jurusan jurnalisme di FISIP UAJY. Natal sendiri tak suka melakukan sesuatu dengan setengah-setengah. Di FISIP sendiri, penganut moto hidup ”life love laugh leave” ini sangat mengidolakan Kris Budiman.

Sampai saat ini, Natal tergabung dalam Mudika St. Kristoforus Minomartani. Dalam inisiasi kali ini, dirinya ingin kenal dan dikenal maba, sehingga ketika sekelas nanti dapat berinteraksi dengan baik dan tidak dinilai sombong. Alumni SMA Stella Duce 1 ini juga menilai inisiasi itu capek dan banyak tugas, dimulai dari bangun pagi dan pulang sore.

Dia berharap semoga inisiasi kali ini bakal menyenangkan. Karena inisiasi itu merupakan kesan pertama dimana orang akan memulai hidup baru, dalam hal ini kuliah. Natal juga sangat berharap inisiasi itu tanpa kekangan/intervensi dari universitas.

Si sulung dari dua bersaudara ini ternyata mempunyai cita-cita yang mulia, yaitu memiliki sekolah sendiri suatu saat nanti. Natal juga berharap tahun depan dia berharap semoga angka IP-nya naik. Pesannya untuk panitia, ”Jangan kayak anak kecil ya kalau rapat.”

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Vivin Viviandini


ditulis oleh Yudha Ardhi

”Aku ga suka difoto, ga mau….malu”

Panitia ini terhitung panitia yang tidak gemar difoto ternyata. Kesan pertama yang kelihatan pendiam runtuh manakala dengan lancar dia bercerita tentang dirinya saat diwawancarai awak Selasar. Ya, panitia yang bernama lengkap Vivin Viviandini ini sangat senang ketika saat orang mendengarkan ceritanya. Vivin sendiri ternyata dahulu bermukim di Palangkaraya dan juga merupaka teman se-SMA dari Rory (dampok) di SMA Negeri 2 Pahandut Palangkaraya. Dan sekali lagi buat teman-teman yang menunggu akan traktiran gratis, dia ulang tahun tanggal 10 Agustus ini.

O iya, kalau mau minta traktiran ajak Vivin ke warung bakso dan seafood, pasti dia sangat senang. Apalagi dengan minum air putih, Freshtea, Goodday, atau minuman-minuman rasa mangga. Selain itu, untuk menyenangkannya, ajak dia juga untuk mendengarkan musik klasik yang asyik serta instrumental yang slow. Bicara soal kegemaran, Vivin sangat suka pada buku chicken soup, psikologi, true story, serta komik. Uniknya, anak ke-2 dari 3 bersaudara ini tidak suka membaca koran, dia lebih suka menonton televisi.

Vivin sendiri terdaftar di FISIP sebagai mahasiswa angkatan 2008 yang berminat pada konsentrasi studi Public Relation. Sebagai mahasiswa FISIP sendiri dia sangat mengidolakan Pak Marsana.

Di luar kesibukannya FISIP, anak ke-2 dari tiga bersaudara ini sibuk bekerja di rental Gladys. Penggemar warna biru, hitam, dan putih ini ternyata juga sangat suka dengan anjing berwarna putih atau coklat.

Sedangkan penggemar buku dan film drama “To Marry a Millionaire” serta Heroes ini sangat takut dengan yang namanya monyet dan ayam. Sebagai penggemar anjing, ternyata Vivin juga membenci kucing, karena menurutnya kucing itu sendiri adalah musuh dari anjing. Saat ditanya mengapa dia takut dengan ayam dan monyet, ternyata Vivin pernah mengalami hal yang tidak menyenangkan dengan kedua binatang itu. “Aku tuh pernah diserang ayam waktu SD, kalo monyet, mereka pernah menarik-narik rambutku, jadinya aku takut”, akunya.

Salah satu pejabat pendamping kelompok di inisiasi 2009 ini mengaku ingin menambah teman selama inisiasi kali ini.

Vivin sendiri mempunyai kesan saat inisiasi itu tidak perlu sampai kekerasan. Dia berharap inisiasi dapat berjalan lancar selama tiga hari. Ia menilai universitas sendiri terlalu kaku dan takut dikomplain. Terakhir, Vivin juga punya pesan buat panitia, “Semangat!”

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Agatha Bayu


ditulis oleh Lucia Indranila

Cewek kelahiran Klaten, 27 Mei 1989 ini punya hobi browsing, kumpul bersama teman-teman, chatting, browsing dan hang out. Mahasiswi FISIP UAJY angkatan 2007 dengan jurusan jurnalisme ini mengidolakan Mariah Carey, Rio Febrian dan Glenn Fredly.

Ir. Soekarno merupakan tokoh politik yang dikagumi oleh cewek yang doyan menyantap nasi goreng ini. Karena menurutnya, Ir. Soekarno merupakan sosok yang mempunyai rasa nasionalisme yang tinggi, dan mampu mengajak bangsa ini berkembang sendiri tanpa tergantung pada bangsa lain atau mandiri.

Pemilik nama lengkap Agatha Bayu Warnani atau yang akrab disapa Agatha atau Ata, tergabung dalam divisi P3K di kepanitiaan inisiasi tahun ini.

Anggota UKM FJK ini menyukai warna merah karena merupakan warna yang terang dan mempunyai kesan semangat. Alasan Agatha menjadi panitia inisiasi adalah supaya bisa menyibukkan diri selain ikut semester pendek. Selain itu ternyata dia mempunyai kerinduan yang sama untuk bergabung dalam kepanitiaan ini lagi (sebelumnya Agatha tergabung dalam kepanitiaan Inisiasi FISIP 2008).

Hal yang paling disukai oleh cewek berzodiak Gemini ini adalah saat bisa membuat semua orang tersenyum dan heboh. Menurut Agatha, inisiasi yang ideal adalah inisiasi yang dapat membawa maba mengenal kampus, semua UKM kampus, fasilitas, baik dari segi bangunan maupun dosen. Serta inisiasi bisa membawa keguyuban antara maba dengan mahasiswa angkatan atas.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Sukamto dan Veronica Wahyuti Kartika Putri ini berharap inisiasi dapat mengakrabkan sesama panitia.

Cewek yang punya moto, “hidup cuma sekali, jadi selama masih hidup berusaha untuk menghargai orang lain dan juga menghargai hidup,” ini merasa bersyukur karena dalam hidup ia mendapat banyak teman baru. Dia lebih suka menjadi diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelebihan. Belum lagi karena dirinya mempunyai keluarga dan teman-teman yang selalu memberi dorongan terhadap dirinya.

Menurut mahasiswi yang menyukai mata kuliah Psikologi Komunikasi ini, hal yang membuatnya memilih FISIP UAJY sebagai tempat untuk melanjutkan studi, adalah karena FISIP UAJY mempunyai kualitas, mempunyai banyak relasi dengan instansi lain sehingga dapat membantu mahasiswa menentukan masa depan.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Mateus Ernest


ditulis oleh Lucia Indranila

Pemilik nama lengkap Mateus Ernest Benatmaka Rosaryanto ini lahir di Jakarta, 29 September 1988. Cowok yang biasa disapa Ernest ini suka banget dengan warna biru. Karena menurutnya warna biru merupakan warna yang cerah, tidak pernah keruh dan bisa membuat orang terlihat cerah.

Ernest punya hobi yang cukup menarik yaitu memasak. “Aku suka masakan rica-rica, eksperimen membuat masakan apapun yang dikecapi, karena aku suka makanan yang diberi kecap dan rada pedas, dan meskipun rasanya ga enak aku tetep pengen selalu mencoba hal baru,” ungkapnya sembari tersenyum.

Selain aktif di kepanitiaan inisiasi, cowok berzodiak Libra ini juga aktif sebagai anggota jaringan mahasiswa Sosiologi se-Jawa & se-DIY, UKM Mrican Post dan HMPS Sosiologi. “Alasanku bergabung dalam kepanitiaan inisiasi, karena ingin menambah pengalaman organisasi dan menunjukkan kepedulian kepada fakultas dan teman-teman supaya tidak ada gap dan bisa membaur,” ungkap salah satu anggota divisi Usaha Dana ini.

Inisiasi yang ideal menurut Ernest adalah inisiasi yang dapat memberi gambaran transisi dari masa SMA ke masa kuliah, supaya maba nantinya tidak kaget dan dapat peduli terhadap universitas dan fakultas.

Alumni SMA 46 Jakarta ini sebelumnya memiliki cita-cita untuk menjadi dokter spesialis jantung, tapi karena takut untuk melukai tubuh orang lain, maka cita-citanya ia ubah: ingin menjadi dokter masyarakat.

Pengalaman berkesan yang didapatkan anak Ernest selama kuliah adalah mendapatkan teman-teman yang lebih senior dan dapat memiliki ”sama rasa dan sama rata”.

Hal yang menyedihkan dalam hidup bagi cowok yang terkadang disapa gendut ini adalah saat dirinya hampir tak naik kelas sewaktu duduk di bangku SD. Dan ketika SMA juga pernah divonis tidak akan lulus. Gara-garanya saat SMA dia tak suka jurusan IPA. Dirinya dipaksa masuk IPA sehingga membuatnya malas belajar.

Cowok yang gak suka jus alpukat ini berharap inisiasi 2009 dapat berjalan dengan lancar dan sukses, serta apa yang disampaikan dapat diterima oleh maba.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Lusi Lestari


ditulis oleh Lucia Indranila

Pemilik nama lengkap Lusi Lestari ini, lahir di Cilacap, 2 Oktober 1990. Cewek yang mengaku masih jomblo ini, suka banget dengan penyanyi Mariah Carey. Karena baginya, Mariah Carey mempunyai suara yang bagus dan merupakan sosok yang anggun.

Mahasiswi jurusan ilmu komunikasi angkatan 2008 ini mengambil konsentrasi studi jurnal. Alasannya, adalah karena cewek yang suka minum jus jambu ini bercita-cita ingin menjadi wartawan.

Selain bergabung dalam kepanitiaan inisiasi tahun ini, cewek yang memelihara dua anjing di rumahnya ini juga sibuk siaran di Impact Fm.

Dosen favorit dari pecinta anjing ini adalah Lukas S. Ispandriarno. ”Pak Lukas ngajarnya enak dan orangnya asyik,” ungkap cewek yang menyukai warna hijau.

Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Petrus Kustoro dan Mila Haryani ini tertarik bergabung di kepanitiaan inisiasi karena ingin mencari pengalaman dan ingin mengenal teman-teman dari angkatan lain. Cewek yang satu ini memilih FISIP UAJY sebagai tempat meneruskan studi karena mengkuti jejak adik-adik ayahnya yang sudah terlebih dahulu merasakan dinamika perkuliahan di FISIP UAJY.

Cewek yang menyukai aliran musik jazz ini mengidolakan Susilo Bambang Yudhoyono sebagai tokoh politik favoritnya, karena bagi cewek yang akrab disapa Lusi ini, SBY merupakan tokoh yang berwibawa. Inisiasi yang ideal menurut cewek yang satu ini adalah inisiasi yang asyik dan tidak ada kekerasan.

Anggota divisi Konsumsi ini awalnya mengira bahwa inisiasi adalah kegiatan yang mengerikan. Dimana maba dibentak-bentak panitia, selain itu tugasnya banyak dan memakan waktu. Alumnus SMA Yos Sudarso Cilacap ini berharap, inisiasi kali ini lebih asyik dan tidak ada batasan antara panitia dengan maba.

Paris dan Bali menjadi tempat yang ingin sekali didatangi oleh cewek yang ga suka sama kucing ini. ”Aku penasaran sama Paris karena tempatnya kelihatan asyik, sedangkan Bali karena setahuku merupakan tempat yang indah, pemandangannya asyik, banyak permainannya dan sangat berbeda dengan tempat wisata lainnya,” ungkap cewek berzodiak libra ini.

”Maju terus, jangan pernah menyerah,” menjadi moto dari cewek yang hobi menyantap nasi goreng ini.

[Selengkapnya]

Profil Panitia: Kade Galuh


ditulis oleh Lucia Indranila

Cewek kelahiran Jakarta, 23 Agustus 1990 ini punya moto, “saat aku yakin aku pasti bisa dan aku percaya, Tuhan akan memberikan jalan keluar untukku.” Pemilik nama lengkap I Gusti Agung Ayu Kade Galuh Warni Menderawati atau yang biasa disapa Galuh ini memutuskan untuk berkuliah di Yogyakarta karena keluarga ibunya banyak yang menetap di kota Pelajar ini.

Penggemar makanan takoyaki ini mengidolakan Tompi dan ABBA. Serta menyukai aliran musik zaman dahulu yang enak didengarkan. Khususnya yang beraliran Jazz.

Alasan cewek yang punya hobi nyanyi-nyanyi di kamar mandi dan sok-sokan jadi penyanyi di depan cermin ini bergabung dalam kepanitiaan inisiasi adalah karena pengin nambah relasi dan ingin berpartisipasi di kegiatan kampus.

Cewek yang mengaku udah gak jomblo ini menyukai semua buku yang berhubungan dengan karya Pramoedya Ananta Toer. Terutama karyanya yang berjudul Gadis Pantai. Kemudian buku Harry Potter, dan karya-karya Mira W.

Tempat yang ingin dikunjungi oleh gadis yang pernah bermukim di Bandung ini adalah Wedu Ombo yang pernah menjadi tempat syuting film Laskar Pelangi di Bangka Belitung.

Alumni SMAN 3 Bandung ini ingin sedikit curhat mengenai kegiatannya saat ini. Pecinta kura-kura dan ikan cupang ini, selain tergabung dalam kepanitiaan inisiasi juga mengikuti kegiatan organisasi broadcast FIAT TV. ”Kalo FIAT, aku emang udah pengen ikut dari sejak lama, karena emang aku suka dunia broadcast. Ketika terjadi perdebatan mengenai keterlibatanku di FIAT maupun di kepanitiaan inisiasi jujur aja aku kaget, kaget karena ternyata di FIAT kegiatannya sangat padat dan aku menjadi sangat sibuk.

Untungnya, aku udah komunikasikan ke FIAT kalo selama pelaksanaan inisiasi nanti aku ingin fokus di inisiasi, karena aku sudah komitmen lebih dulu untuk kegiatan ini. Aku ga peduli orang menilai aku apa, aku punya target untuk bertanggung jawab atas pilihanku, saat aku disuruh memilih salah satu antara FIAT dan inisiasi, aku merasa bersalah karena karena aku jadi lebih sibuk di FIAT sementara aku ingin menjalani dua-duanya, untuk deadline tugas-tugasku di inisiasi, aku ga mau mengumbar janji, tapi aku akan berusaha melakukan yang terbaik apapun yang terjadi,” ungkap Galuh yang tergabung dalam divisi Jurnal.

Oke, semangat ya Galuh, semoga kamu bisa melakukan dan memberikan yang terbaik dalam inisiasi FISIP UAJY 2009 nanti.

[Selengkapnya]


View My Stats